Friday, June 28, 2013

Nama-Ku Yesus




Waktu itu Minggu pagi yang cerah. Orang- orang pergi memenuhi gereja dengan pakaian yang bagus-bagus. Ketika mereka masuk, mereka diberi sebuah buletin yang berisikan pengumuman, tema khotbah hari itu, nyanyian yang akan dinyanyikan dan siapa yang perlu didoakan. Pada ujung belakang deretan yang hendak masuk berdiri seorang tua. Pakaiannya kumuh dan tampaknya sudah beberapa hari ia tidak mandi dan mencukur janggutnya. Ketika ia sampai ke depan pintu, ia melepas topinya dan emberi hormat pada usher (penerima tamu). Rambutnya panjang, kotor dan kusut. Usher itu berkata pada orang tua itu, "Maaf, tetapi Anda tak dapat masuk. Anda akan mengalihkan perhatian jemaat dan kami tidak menginginkan ada orang yang mengganggu kebaktian kami." 

Anjing Pemburu Gembala Jerman


Suatu hari gembala Jerman membawa anjing pemburu yang sangat besar untuk memburu beruang. Ketika anjing itu melihat beruang, ia mengejarnya dengan kekuatan ekstra. Ia tiba di persimpangan jalan, ia mencium bau RUSA, lalu ia mengikuti bau itu, mengejarnya sampai ia tiba di di perempatan, ia lalu mencium lagi bau AYAM, ia mengejar bau itu sehingga ia tiba di sebuah tebing yang terjal, ia menyalak dengan garangnya...

Sang Gembala itu yang berlari membuntuti anjing pemburunya dengan terengah-engah, ia menyiapkan senapannya berharap beruang yang ditemuinya...

Ketika ia tiba dekat anjingnya, ia melihat seekor TIKUS yang sangat ketakutan.

Artinya :
Manusia, jika tidak fokus, maka apa yang menjadi tujuan hidupnya tidak akan tercapai (orang gagal bukan karena gak pintar tapi karena gak fokus)

Manusia, tidak pernah puas, selalu mengejar apa yang diinginkan hatinya dan ditemui matanya.

Survei



Suatu hari manajer perusahaan sepatu mengutus dua orang untuk survei di sebuah daerah, dengan tujuan untuk membuka cabang baru.

Setelah tiba di daerah tersebut, kedua utusan tersebut, mengambil suatu kesimpulan yang menurut mereka tepat.

Klengkeng vs Durian


Suatu hari seorang pemuda yang cakap duduk di bawah pohon klengkeng dengan berbagai macam pergumulannya. Ia mamandangi buah-buah klengkeng yang lebat itu. Karena masalah yang menimpanya terlalu berat untuk dia bagi, lalu dia berbicara dengan pohon klengkeng _seolah-olah dia bisa memberi jawaban_sembari matanya mengelilingi pohon klengkeng itu.
“Kenapa sih buahmu kecil sekali, tidak seperti durian, yang besar dan berduri, menunjukkan kekuatan”? begitu ia mengeluh, lalu kembali bersandar dibatang klengkeng tersebut.
Didalam kegalauannya ia tak menyangka buah klengkeng itu jatuh diatas kepalanya. Sehingga ia sangat kaget, karena yang ada dalam pikirannya adalah durian.

-Terkadang orang berharap jauh lebih besar dari kemampuannya.
-Bersyukurlah untuk setiap hal sekecil apapun dalam hidupmu

Serakah

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu.

Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.

Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai.

Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.

Sangatlah bodoh memiliki sifat yang serakah.




Sumber :
http://www.yhs.net/ilustrasi-anjing-dan-bayangannya