Untuk penerbit dan toko buku
bergengsi seperti Gramedia, sungguh membanggakan kehadirannya di Lombok. Sudah
sejak lama saya sangat ingin ‘dekat’ dengan Gramedia, sehingga keberadaannya
sekarang ini membuat saya dan pecinta (buku) sastra lainnya tersanjung. Seperti
pulang kampung, begitulah saya dan beberapa teman menjelajah Gramedia jika
keluar kota untuk mendapatkan buku-buku baik yang diinginkan. Namun sejak bulan
Mei 2013 Gramedia Lombok telah berhasil membawa saya ‘pulang kampung’ selamanya.
Bagaimana tidak,
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts
Tuesday, June 3, 2014
Saturday, January 11, 2014
Plegmatis Yang Damai, bermasalah (?)
Seorang yang memiliki temperamen Plegmatis, dikenal pendamai. Tidak suka membuka atau memperkeruh masalah, tetapi yang lebih parah ia memendam masalah berlarut-larut sehingga suatu saat bisa meledak, dan seringkali kepada orang yang tidak tepat. Berbeda dengan seorang bertemperamen Sanguinis yang dikenal ceria. Sama-sama penampakannya tidak memiliki masalah, karena Sanguinis membawa setiap situasi dengan senang dan riang gembira bersama dengan kawan-kawan lainnya, sedangkan Plegmatis menutupnya rapat-rapat. Dibandingkan dengan Kolerik yang memiliki kempemimpinan yang kuat, Plegmatis justru lemah disini. Dan jika disamakan dengan Melankolis bisa jadi mirip, karena jika ada pergumulan kedua karakter ini bertindak untuk menyimpannya dalam-dalam, menyembunyikan hingga tidak seorangpun yang dapat mengintipnya. Tetapi itu bukanlah sebuah prestasi yang baik. Ada masalah yang perlu diselesaikan.
Beberapa masalah dan pemecahan untuk orang bertemperamen Plegmatis:
1.
Masalah Phlegmatis
yang damai sepertinya tidak ada
Tidak ada
masalah yang terlalu menonjol untuk dirubah, padahal banyak masalah hanya terpendam aja...
Pemecahannya: berusaha
membangkitkan semangat. Miliki antusiasme. Mulailah!
2.
Orang Phlegmatis yang
damai melawan perubahan
Pemecahannya: Cobalah sesuatuyang
baru. Pikirkanlah sebaik-baiknya sesuatu yang baru paling. Pasangan anda
membutuhkan perubahan
3.
Orang Phlegmatis
yang damai tampaknya malas
Pemecahannya :
e Belajarlah menerima tanggungjawab
hidup
e Jangan menunda sampai
besok, sesuatu yang bisa Anda lakukan hari ini
e Motivasilah diri Anda.
Orang Phlegmatis yang damai perlu diberi rangsangan kalau tidak bisa
memotivasi diri sendiri untuk mengambil tindakan yang bertanggungjawab
memotivasi diri sendiri untuk mengambil tindakan yang bertanggungjawab
4.
Orang Phlegmatis yang
damai punya kemauan baja yang tenang
Pemecahannya :
belajarlah mengkomunikasikan perasaan Anda. Nyatakan perasaan Anda sebelum
terlambat. Jangan sembunyikan lentera anda
dibawah semak-semak
5.
Orang Phlegmatis yang
damai tampaknya tidak berpendirian
Pemecahannya:
e
Berlatihlah
membuat keputusan dan bersedia menerima tanggungjawab.
e
Ucapkan
selamat tinggal pada cara berpikir yang tidak berpendirian
e Belajarlah
mengatakan “TIDAK” pada hal yang tidak prioritas. Mulailah dengan coklat dan
vanilla kalau
31 rasa terlalu berat dihadapi sekaligus
31 rasa terlalu berat dihadapi sekaligus
e Kalau
Anda takut membuat keputusan, ingatlah bahwa ada yang bisa membantu Anda
“Tuhanlah yang memberikan hikmat. Dari
Dialah, manusia mendapat pengetahuan dan pengertian. . . engkau akan tahu apa
yang adil, jujur dan baik. Kau akan tahu juga bagaimana caranya kau hidup”
01 Februari
2007
Dirangkum dari Buku : Personality Plus
Lidya Sanobari
Kutahu Yang Ku Percaya

A. Alkitab
Ragukah Anda terhadap Alkitab? Kalau kita
bukan Atheis tapi meragukan Alkitab.
. . Gawat Darurat! Hal ini menyangkut pernyataan Allah!
Bagaimana kita tahu bahwa Allah
benar-benar ada? Dan kalau Dia benar-benar ada,
bagaimana kita mengetahui tentang Dia? Tapi kita meragukan alat
pernyataanNya??
Manusia memang tidak dapat menjangakau
pikiran Allah yang Maha Luas, tak terbatas itu (Ay. 11:7)
Allah yang mengambil prakarsa untuk
menyatakan diriNya secara nyata dan berbagai cara. Alam merupakan bukti bahwa
Allah ada dan Dia berkuasa. Dan pernyataan Allah yang paling sempurna adalah
kematian AnakNya, Yesus Kristus. Bukti paling kuat adalah keberadaanmu.
Salah satu tujuan Alkitab diberikan adalah
supaya manusia yang tidak melihat kejadian masa lampau, sekitar penjelmaan
Kristus menjadi Manusia, pelayananNya,
KehidupanNya, KematianNya hingga kebangkitanNya dapat terjangkau (berbahagialah
mereka yang tidak melihat namun percaya). Alkitab Perjanjian Lama disusun dalam 3
bagian yaitu Taurat (5 Kitab Musa), Nabi-Nabi, dan Tulisan Kudus (Hagiographa).
Thursday, June 20, 2013
Personality Plus
Sebagian besar manusia di dunia ini, may be berpikir/berkata: saat paling membahagiakan, menyenangkan, bersukacita apabila semua yang kita harapkan sesuai dengan kenyataannya. Tidak ada rintangan, tidak ada duka, saat ulang tahun dirayakan bersama pacar di tempat remang2 dengan nuansa romantis. Ketika lagi jatuh cinta dan dicintai oleh orang yang sesuai dengan kriteria, benarkah? Setuju?
Percaya atau tidak, bagiku hanya 10% dari hal2 di atas dapat membahagiakan kita. Saya percaya, kita punya 7-an yang berbeda, prioritas yang bervariasi . Why? Simak cerita saya berikut :
Seminggu yang lalu (tgl 25 – 30 Nov) saya membaca sebuah buku yang mungkin tak asing lagi “PERSONALITY PLUS”, buku ini ditulis oleh Lourence Litteuer. Guys, buku ini berisi pembahasan yang sangat menarik dan patut dibaca bagi setiap insan yang sedang berpetualang ingin mengenal karakter manusia. Pembahasan yang sangat baik, jelas dan tidak membosankan, khusus menjelaskan 4 karakter/temperamen manusia.
Wednesday, June 19, 2013
Katakan Kebenaran Kepada Dirimu Sendiri
Penyebab dan akibat anggapan yang salah?
Anggapan yang salah mempengaruhi sikap kita. Anggapan apapun menentukan bagaimana cara kita bersikap dan bertindak. Apa yang terjadi dalam hidup, kita cenderung mencari “kambing hitam” Apa yang saya katakan (anggap) kepada diri saya, lambat laun saya akan mempercayainya, karena sedemikian sering saya mengatakannya. Demikian juga dengan apa yang orang lain katakan tentang diri saya, kelak saya akan mempercayainya dan akan menjadikan sebuah kebenaran yang sesungguhnya. Walaupun jika di teliti hal itu tidaklah benar.
Anggapan yang salah mempengaruhi sikap kita. Anggapan apapun menentukan bagaimana cara kita bersikap dan bertindak. Apa yang terjadi dalam hidup, kita cenderung mencari “kambing hitam” Apa yang saya katakan (anggap) kepada diri saya, lambat laun saya akan mempercayainya, karena sedemikian sering saya mengatakannya. Demikian juga dengan apa yang orang lain katakan tentang diri saya, kelak saya akan mempercayainya dan akan menjadikan sebuah kebenaran yang sesungguhnya. Walaupun jika di teliti hal itu tidaklah benar.
Subscribe to:
Posts (Atom)