Showing posts with label Bisa Jadi!. Show all posts
Showing posts with label Bisa Jadi!. Show all posts

Saturday, January 11, 2014

Dua pribadi satu keinginan (?)




Hukuman bagi yang melanggar peraturan di Negara Indonesia harus ditegakkan, entah apapun jenis kejahatannya (itu yang seharusnya). Misalnya kasus suap Sea Games yang melibatkan tokoh-tokoh politik yang berpolitik bawahan seperti Nazaruddin, Angelina Sondak mantan Putri Indonesia, atau kasus bank Century yang belum kelar-kelar. Atau kasus AAL pencuri sandal jepit, kasus pencuri pisang, kasus sopir yang memperkosa penumpangnya. Entahkah benar diproses sampai tuntas atau tidak, kita sendiri menyaksikannya. Tak perlu diberi penjelasan.

Tapi kasus yang terakhir ini, menimbulkan banyak tanya apa motif terjadinya kasus ini hingga sampai ke publik? Bukankah pemerkosaan seseorang wanita hanya ber-ending di kamar, bercucuran airmata, atau sebagian dari mereka yang pernah mengalami mengambil seutas tali untuk dililitkan dileher dan menunggu mati? Aku tidak menyarankan.

Friday, June 21, 2013

Disabilitas

Sejak awal 2010 seorang gadis tuli bernama Alikha berpacaran dengan pria tuli juga bernama Onong. Alikha ini bicaranya manja dan malu-malu, sedangkan Onong, pria yang sok tahu, dan romantis. Suatu hari Alikha mengungkapkan perasaannya “Aku cinta kamu mas”. Lalu Onong yang merasa paham menjawab dengan bibir yang komat kamit serupa mengatakan “Aku cinta kamu juga” sangat romantis. Satu tahun berlalu, Alikha jatuh cinta sama seorang pria yang ganteng, kakinya buntung, rambut air, putih dan tinggi, namanya Nanang. Karena tidak mau menyakiti Onong, Alikha kasihtahu Onong supaya mereka putus. Alikha : “Mas, aku mau putus” sambil tersenyum dengan gaya manjanya. Onong : dengan bahasa bibir komat-kamit juga “Aku juga mau putus” lalu ia membalas senyum Alikha. Alikha : “Mencium pipi Onong sebagai tanda perpisahan” lalu pergi Onong : Memegang pipinya sambil tersenyum angguk-angguk.

Thursday, June 20, 2013

Dua pribadi satu keinginan?

Hukuman bagi yang melanggar peraturan di Negara Indonesia harus ditegakkan, entah apapun jenis kejahatannya (itu yang seharusnya). Misalnya kasus suap Sea Games yang melibatkan tokoh-tokoh politik yang berpolitik bawahan seperti Nazaruddin, Angelina Sondak mantan Putri Indonesia, atau kasus bank century yang belum kelar-kelar, menurut saya. Atau kasus AAL pencuri sandal jepit, kasus pencuri pisang, kasus sopir yang memperkosa penumpangnya. Entahkah benar diproses sampai tuntas atau tidak, kita sendiri menyaksikannya. Tak perlu ku beri penjelasan. Tapi kasus yang terakhir ini, menimbulkan banyak tanya apa motif terjadinya kasus ini hingga sampai ke publik?

Galau? Oh No!!

Belum banyak orang yang tahu tentang karya tulisku, karena tidak terlalu banyak media yang saya pakai untuk mem-posting-nya. Beberapa lagu yang aku tulis hanya ngendon di kamar, terperangkap diantara tumpukan buku-buku bacaanku, hingga menjadi usang. Aku tidak punya banyak uang untuk mengirimkan tulisanku ke media cetak supaya dibaca banyak orang. Aku seorang mahasiswa, yang hanya membaca setiap puisi tulisannya sendiri yang nyaris terlupakan, memahaminya dengan bangganya di kamar, berharap kelak terbaca oleh banyak orang. Aku mengagumi Tuhan pencipta manusia, Ia memberikan otak kepada yang mampu berimajinasi, menyatukan jutaan kata menjadi sebuah kalimat yang indah dan bermakna sehingga membuat pembacanya terdecak kagum, heran, haru, tersenyum, tergantung apa arti kalimat-kalimat yang tersusun menjadi sebuah cerita yang bisa dimengerti oleh semua orang, entah itu cerita menarik, sedih, tragis, atau yang penuh cinta yang membuat orang tersenyum manis meski sedang galau. Oh galau lagi.

Mencoba-coba..

Tak perlu kau tanya-tanya arti setiaku
Ku mengerti dirimu Kau selalu mereka-reka isi hatiku
Dan kau bersepakat dengan hatimu
Aku yang salah. . . haha.. .
Tak pernah kau memahami diriku

Kau mencoba-coba mengkhianatiku
Kau memilih dirinya puaskah hatimu
Kau jadikanku yang kedua…..

Reff:
Kusakit hati karenamu
Kini kuresa gelisah karena telah setia..
Aku malu rasaku tak pernah berubah untukmu
Kau khianati aku…. Lagi…
Takkan mungkin aku lupa
Wajah merayu-rayu diriku tuk maafkanmu
Maafkanlah diriku..
Aku harus pergi.. pergi jauh dari dirimu…


Lumba-2, 16 Sept’11. Pk. 16.00