Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, June 4, 2014

LENTERA


Senyum yang kau tebar
Laksana merekahnya fajar
Mata hatimu kau buka lebar
Untuk diisi kasih yang besar

Cinta itu terpendam sejak dulu
Jangan biarkan ia berlalu
Seperti awan sore nan kelabu
Karena ada hati yang selalu terpukau

Sunday, March 30, 2014

-Sang (YAHWEH)-


Dia. Ya. Dia, seperti hembusan angin sejuk
Menghampiri kekosongan jiwa mereka yang lelah
Dia. Benar. Dia, laksana tetesan air embun di musim kemarau
Membasuh gersangnya jiwa mereka yang resah

Monday, March 24, 2014

Sang Penjelajah Jiwa [Aku vs Diri]



Bak menerbangi terowongan tak berujung
Berliku, berputar, bagaikan gelombang
Rasa, mimpi, asa dan gejolak
Menyatu dalam diri yang malang

Dia [diri] tegar melangkah pasti
Mempesona mata seperti merpati
Tersenyum ramah bagaikan fajar pagi
Kemanakah hendak ia pergi?

Monday, March 17, 2014

Sehidup - Semati

Ku perpikir dalam galauku sekejab
Kau akan tersenyum sembari berkata
‘Aku hanya bercanda’

Badik itu kau bawa lari dihadapanku
Tanpa alasan aku tak dapat mengelak
Raut wajahmu memang bukan pertanda gurau

Thursday, March 13, 2014

Abundant Suffer, Abundant Comfort!


Laksana aliran air dari sungai Yordan dengan tenang.
Memberikan kesegaran kepada setiap insan yang berdiri disekitarnya
Demikian darah Sang Anak Domba yang mengalir dengan teduh dari bukit golgota
Teruras dosa setiap umat manusia
Mengairi setiap duka hati kita
Mengalir memenuhi jiwa kita
                                                        

Saturday, September 14, 2013

Hanya Kepada Dia




Apabila Pencipta bernapas
Segala roh-roh di bawa dan penghuninya menggeletar
Kemanakah lagi mereka berlindung, selain kepada Sang Pengcipta?

Apabila Sang Khalik tertawa
Dunia orang mati terbuka dan tempat kebinasaan ternganga
Siapakah yang sanggup melihat ke sana, selain Dia sendiri?

Thursday, July 18, 2013

Jika Hari Ini Adalah Awal




TUHAN.... jika hari ini adalah awal
Aku ingin Kau memulai hariku dengan satu kata: Percaya
Percaya bahwa Engkaulah yang telah menebusku dari belengggu dosa
Dan membebaskan hidupku dari ikatan rasa bersalah

Jika jam ini adalah awal
Aku ingin memulainya dengan satu komitmen: Bertobat
Bertobat dan menanggalkan segala kefasikan yang melumpuhkan hidupku
Lalu menjalani hari baru, bersama Engkau, di dalam Engkau

Monday, July 1, 2013

Galaksi Asing




Ku melangkah menuju dimensi asing
Asing, tanpa ucapan salam dari galaksi yang asing
Asing, sehingga aku ingin pulang, pulang menuju siang

Tapi, ku mencoba berjalan terus bertemu dengan sang bintang
Kilaunya makin memudar seperti sore yang mendung
Mendung, gelap, seperti malam tanpa terang

Lalu, ku tertunduk, terdiam untuk merenung
Hingga rembulan tampak dengan pesonanya yang gersang
Gersang, laksana tanah yang retak di musim kering

Kuingin sudahi semuanya, hingga hanya mengenang
Mengenang, berdiri menatap masa mendatang
Karena ada harapan yang tak pernah lekang




Lumba-lumba, July 1 th2013 pk. 08.15

Friday, June 21, 2013

IRONIS

Ku berujar penuh gairah
Laksana patriot bagi cinta di hati
Menyentuh sudut ruang hatimu
Ku tak peduli lawan menghadang
“Tak’kan ada yang lain dihatiku”

Itulah janjimu berulang kali
Ku yakinkan cintaku tak tersakiti
Meski tak bisa kutepis
Kini ku bagai rival klasikmu

Kau memburu aku untuk membunuh cinta yang t’lah beranjak
Demi dia yang kau dapatkan
Cinta yang lain untuk menyakitiku
TUHAN t’lah memilih dia untukku
Pergilah dan jangan ganggu diriku
Dialah pilihan hatiku.
Itulah dalihmu Sungguh ironis

Dilema

Ketika cinta mulai tumbuh....
Hatiku gunda Ketika aku tahu aku telah terperangkap dua asmara
Ketika aku tak mampu menjelaskan mengapa kucinta
Ketika harus kuberi alasan mengapa aku berimu satu jawaban

Aku tahu dirinya setia menantiku kembali
Akupun tahu hatiku hanya untuknya
Aku terus meragumu.. walau aku tahu ku ’kan sakit bila aku memutuskan untuk jauh darimu
Aku takut bila suatu saat aku tahu hati yang mencintaiku,
Tahu bahwa cintanya terbagi bersamamu

Akupun tak mau menyakitimu
Kutakut tersakiti hanya karena aku mendua
Aku mencintaimu dan aku tak mau kau jadi milik yang lain
Jangan pernah kau berkhianat

Karena akupun terus mengharapkan Satu kata ucapkanlah. . .
Kau tak sanggup melupakanku
Kau di sana engkaulah cinta pertamaku
Engkau yang mampu buatku tak sanggup berpaling darimu
Kau, aku telah mengenalmu dalam sedetik saja
Aku mencintaimu, tapi lebih dari hatiku. .

Thursday, June 20, 2013

Di Atas Bukit Yang Gersang

Menjulang nyata di atas bukit Kalvari
Kayu silang terpampang jauh di tanah yang gersang
Wajah tak berdosa memandang haru diriku dan dirimu
Tertuduh karena kehinaan kita
Menjunjung beban dosa umat manusia

Pemberontakan nyata ditanggungNya
Melenggang jauh menuju salib yang fana
Karena kelemahan kita, yang tertatih, berlari,
merintih, memberontak, jatuh di kehinaan yang kita inginkan

Siapakah Dia yang menanggung amarahmu?
Memikul segala keluhmu?
Di atas bukit yang gersang..
TanganNya terpaku dalam oleh besi tajam
Di atas tanah yang gersang
Tertanam semua dosaku dan dosamu
Di atas tanah yang gersang..
Penyakit kita teruras oleh darahNya


Thursday, March 28, 2013

Wednesday, May 29, 2013

HBD SBD

Menara yang menjulang tanda keangkuhan yang merenda...
Tanduk-tanduk tersimpan rapi disudut rangka rumah, tanda kebodohan yang berlalu..

Waktu t'lah mengukir jelas jejak jenaka riwayat luhurmu..
Padang Sabana tetap jadi kenangan manis para gembala...


Karena dari situlah tumbuh para pejabat yang terus bermimpi
Untuk mewariskan nilai dan norma yang sehat...

Bak merpati putih yang keluar dari tempat peraduan burung gagak
Begitulah ku berharap SBD keluar dari jerat yang membelenggu sekian lama...

Special untuk HUT Sumba Barat Daya yang tercinta...
May, 2013

Friday, February 8, 2013

Tersanjung


Ketika ku terdiam di antara ribuan pohon..
Hendak berkarya melintas samudera...
Aku terhenyak oleh butir-butir basah..
Turun membasahi helai-helai dedaunan..

Tampak olehku warna-warni membentuk garis-garis indah
Tersadarku akan Pribadi Agung di balik pelangi...
Dialah yang menjadikannya..
Dialah yang ada diantara belantara...
Tempatku bediri...



Lumba2, 291012

Sanubari




Menepiku di ujung pelarianku
Membasuh peluh penuh debu
Hasratku menggapai bintang
Jejakku tersesat Oleh para penantang

Kuhempas segala impian
Ku terdesak oleh naluri
Ku terhimpit oleh lamunan
Namun, ku tetap berpihak pada sanubari





Lumba2,18 Okt'12

Tuesday, November 13, 2012

Naluri


Membisu diantara kebisingan dan kehampaaan
Seperti Merajut kebodohan diatas keangkuhan
Bak melintasi kefasikan dengan keraguan
Laksana anak panah tanpa sasaran

Siapakah Dia yang melukis sejarah?
Siapakah yang menghalau para penjarah?
Bukankah Dia yang wajahNya serupa fajar yang merekah
Yang membentuk manusia tanpa gegabah

Terdiamku diantara kelemahanku
Menyaksikan karyaMu yang agung
Tanpa ragu dan malu
Aku berkata : Engkaulah yang tersanjung


Mataram, 10-11-12

Saturday, October 6, 2012

Sedetik Lagi


Sedetik lagi...
Waktu terus bergulir, Sakit terus mengukir
Rindu semakin menjadi
Aku tak tahu harus bagaimana

Sedetik lagi...
Panas tak lagi ada, Hujan terus mengalir
Hatiku terus berharap
Kau... katakanlah sesuatu untuk menahanku

Sedetik lagi...
Aku terus bergumam
Mengharap kau  mengatakan Jangan pergi

Duka Bangsa-ku


Semua yang bicara menuturkan kisah bangsaku
Merdeka tlah di raih, kebebasan tlah di capai
Dunia bergema.. para patriot bangsa bersorak
Inilah kegemilangan yang tlah di perjuangkan

Rakyat tersenyum dalam tangisnya
Dan para pembesar tertunduk dalam dukanya
Merendahkan diri kepada penguasa jagad raya
Ingin mempersembahkan kemerdekaan ini

Menantimu

Di kamar ini, aku nyariis terlelap tidur..
Karena menanti sebuah arti yang tak kunjung Nampak
Aku termenung, tak berhenti memikirkannya . . .
Pikiranku melayang, menerawang di sudut-sudut kamar ini

Aku.. aku tak tahu entah kapan dia akan menghampiriku
Menepuk khayalku, membisikkan sebuah kata
Kata yang telah lama ku cari-cari dan kurindukan
Kurindu hingga malam larut. . .

Saturday, September 29, 2012

Proklamasi



Indonesia. Negaraku yang serasi
Mengumandangkan proklamasi

Bukan sebuah fantasi
Bukan juga karena tradisi

Bukan pula karena depresi
Ataupun sekedar resitasi

Proklamasi

Adalah perjuangan yang terealisasi
Disertai obsesi
Untuk negara yang suksesi
Dan supremasi

 
Kerinduan akan bangsa yang tinggi edukasi
Tanpa buruk reputasi
Dan bebas dari korupsi

Proklamasi
Bukan manifestasi
Atau seumpama rekomendasi
Bukan hanya restorasi
Tapi globalisasi

Proklamasi
Menjadi refleksi
Untuk sosialisasi negara berprestasi
Bukan sekedar transisi
Dari perbudakan kepada revolusi

Bukan juga sekadar okupasi
Tapi kebebasan para generasi
Dari kungkungan problema tanpa solusi.