Thursday, June 20, 2013

Di Atas Bukit Yang Gersang

Menjulang nyata di atas bukit Kalvari
Kayu silang terpampang jauh di tanah yang gersang
Wajah tak berdosa memandang haru diriku dan dirimu
Tertuduh karena kehinaan kita
Menjunjung beban dosa umat manusia

Pemberontakan nyata ditanggungNya
Melenggang jauh menuju salib yang fana
Karena kelemahan kita, yang tertatih, berlari,
merintih, memberontak, jatuh di kehinaan yang kita inginkan

Siapakah Dia yang menanggung amarahmu?
Memikul segala keluhmu?
Di atas bukit yang gersang..
TanganNya terpaku dalam oleh besi tajam
Di atas tanah yang gersang
Tertanam semua dosaku dan dosamu
Di atas tanah yang gersang..
Penyakit kita teruras oleh darahNya


Thursday, March 28, 2013

Siapakah Aku Ini?

Siapakah Aku Ini? Siapakah aku ini sehingga layak dibicarakan oleh mulut nabi?
Siapakah aku ini sehingga daripadaku akan keluar tunas tunggal dari tunggul Isai_yang dapat menolak yang jahat dan memilih yang baik.
Siapakah aku ini, sehingga Roh Allah berkenan mendatangi aku menembus jutaan galaksi?
Siapakah aku ini, sehingga penghuni Sorga rela menemuiku diantara ribuan suku di dunia?
Siapakah aku ini, sehingga Roh Allah berkenan mendapatkanku diantara milyaran gadis di bumi? Siapakah aku ini, sehingga salam dari Sorga sampai kepadaku? Bukankah aku ini tidak lebih dari tunangan seorang tukang kayu? Seorang gadis kampung yang tak dianggap oleh suku bangsanya sendiri?

Mencoba-coba..

Tak perlu kau tanya-tanya arti setiaku
Ku mengerti dirimu Kau selalu mereka-reka isi hatiku
Dan kau bersepakat dengan hatimu
Aku yang salah. . . haha.. .
Tak pernah kau memahami diriku

Kau mencoba-coba mengkhianatiku
Kau memilih dirinya puaskah hatimu
Kau jadikanku yang kedua…..

Reff:
Kusakit hati karenamu
Kini kuresa gelisah karena telah setia..
Aku malu rasaku tak pernah berubah untukmu
Kau khianati aku…. Lagi…
Takkan mungkin aku lupa
Wajah merayu-rayu diriku tuk maafkanmu
Maafkanlah diriku..
Aku harus pergi.. pergi jauh dari dirimu…


Lumba-2, 16 Sept’11. Pk. 16.00

Wednesday, June 19, 2013

Katakan Kebenaran Kepada Dirimu Sendiri

Penyebab dan akibat anggapan yang salah?

Anggapan yang salah mempengaruhi sikap kita. Anggapan apapun menentukan bagaimana cara kita bersikap dan bertindak. Apa yang terjadi dalam hidup, kita cenderung mencari “kambing hitam” Apa yang saya katakan (anggap) kepada diri saya, lambat laun saya akan mempercayainya, karena sedemikian sering saya mengatakannya. Demikian juga dengan apa yang orang lain katakan tentang diri saya, kelak saya akan mempercayainya dan akan menjadikan sebuah kebenaran yang sesungguhnya. Walaupun jika di teliti hal itu tidaklah benar.

Wednesday, May 29, 2013

HBD SBD

Menara yang menjulang tanda keangkuhan yang merenda...
Tanduk-tanduk tersimpan rapi disudut rangka rumah, tanda kebodohan yang berlalu..

Waktu t'lah mengukir jelas jejak jenaka riwayat luhurmu..
Padang Sabana tetap jadi kenangan manis para gembala...


Karena dari situlah tumbuh para pejabat yang terus bermimpi
Untuk mewariskan nilai dan norma yang sehat...

Bak merpati putih yang keluar dari tempat peraduan burung gagak
Begitulah ku berharap SBD keluar dari jerat yang membelenggu sekian lama...

Special untuk HUT Sumba Barat Daya yang tercinta...
May, 2013